Tampilkan postingan dengan label maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maluku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Oktober 2009

parlu juga diketahui ttg geografis kota ambon/maluku

Letak dan Batas Wilayah
Letak Kota Ambon berada sebagian besar dalam wilayah pulau Ambon, dan secara geografis terletak pada posisi: 3o – 4o Lintang Selatan dan 128o – 129o Bujur Timur, dimana secara keseluruhan Kota Ambon berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah.
KotaCity
Letak PosisiPosition
Batas WilayahBordered by
Ambon
3o – 4o LS (Lintang selatan)3o – 4o Southern Latitude
128o – 129o BT (Bujur Timur)128o – 129o Eastrn Longitude
Sebelah Utara, dengan : Petuanan Desa Hitu, Hila, Kaitetu,Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah To the North by the territory of Hitu, Hila and Kaitetu Villages, District of Leihitu, Regency of Central Mollukas.
Sebelah Selatan, dengan :Laut BandaTo the South by Banda Sea
Sebelah Timur, dengan :Petuanan Desa Suli, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah To the east by the territory of Suli Village, District of Salahutu, Regency of central Moluccas
Sebelah Barat, dengan :Petuanan Desa Hatu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku TengahTo the West by the territory of Hatu Village, District of Leihitu, regency of Central Moluccas

Minggu, 04 Oktober 2009

Perkawinan Daerah ambon :

Perkawinan Masuk Minta
Perkawinan Masuk Minta :
Adalah hubungan pertunangan antara kedua calon pasangan suami – istri telah diketahui oleh orang tua kedua belah pihak dimana usia mereka telah cukup dewasa dalam bertunangan ( berpacaran ).
Pada umumnya orang tua dari keluarga laki-laki sebelum terjadi mereka akan berunding untuk menentukan waktu perkawinan dengan jelas “ masuk minta “ calon pengantin perempuan yang didahului dengan sepotong surat dan disampaikan oleh keluarga laki-laki dengan waktu yang telah ditentukan untuk masuk minta calon pengantin perempuan. Setelah adanya persetujuan dari keluarga perempuan bahwa mereka setuju untuk menerima kunjungan dari keluarga laki - laki, maka keluarga laki -laki mulai berunding untuk menentukan waktu masuk minta perempuan. Dalam suatu pertemuan bersama sekaligus menentukan waktu perkawinan dan acara-acra lainnya yang jatuh pada waktu itu.
Setelah tanggal perkawinan telah ditentukan kedua belah pihak, dimana ada acara antar pakaian pengantin yaitu dari pihak lelaki ke perempuan tiga hari sebelum perkawinan, setelah itu balasan antar pakaian pengantin dari pihak perempuan ke pihak lelaki.
Acara perkawinan dimulai pada tanggal yang telah ditentukan dimana acara perkawinan berlangsung pagi atau sore hari atas hasil persetujuan bersama, dimana sebelum perkawinan terjadi kedua calon pengantin telah melaporkan atau mendaftar pada instansi pemerintah ( Kantor Catatn Sipil Kota Ambon ) dan melaporkan diri pada gereja yang akan melangsungkan perkawinan.
Melalui gereja ada bimbingan nasihat kepada kedua calon pengantin yang dihadiri oleh kedua saksi.
Acara perkawinan berlangsung dimana pasangan lelaki berserta keluarganya akan mengambil pasangan perempuan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan dilanjutkan denga acara di gereja lewat ibadah bersama dimana acara pemberkatan nikah oleh pendeta sekaligus acara peretukaran cincin oleh kedua mempelai.
Setelah acara ibadah gereja selesai dilanjutkan dengan acara pengukuhan perkawinan oleh Pemerintah Kota ( Kantor Catatan Sipil Kota Ambon ) setelah selesai dilanjutkan mengantar pengantin ke rumah perempuan dengan acara resepsi tersendiri kemudian dilajutkan dengan kerumah pengantin lelaki dengan acara resepsi ( acara dansa dll ).
Tetapi dizaman modern ini perkawinan kedua mempelai terjadi perubahan acara resepsi biasanya digabungkan pada resepsi di gedung – gedung untuk sekali saja.
PAKAIAN PENGANTIN PEREMPUAN
Terdiri dari :
1. Baju modern berwarna putih, berlengan panjang dari kain brokar yang harus dan ada variasi motif renda kecil.
Baju ini motif baju cele leher bundar terbelah pada leher.Pada bagian tangan kancing dari baju tersebut ditutup dengan ban tangan yang divariasi dengan manik - manik warna emas dan pada bagian kiri tersebut akan disisipkan lenso pinggang yang terbuat dari sisa kain jenis brokar tadi dan divariasi dengan renda : sedang yang dipegang oleh pengantin disebut lenso tangan terbuat dari kain putih yang dibordir.
2. Cole
Cole ini dipakai pada bagian dalam dari baju modern tadi.Cole yaitu baju dalam atau lebih dikenal istilah kutang, yang dipaki/dikenakan sebelum memakai baju / kebaya. Cole ini berlengan panjang tapi ada juga yang berlengan sampai ke sikut dan pada bagian atasnya diberi renda. Cole ini terbuat dari kain putih sedangkan bagian belakang yang lebih dikenal dengan istilah belakang cole itu juga dibordir. Bagian depan cole ini memakai kancing.
3. Kain pengantin terbuat dari kain saten merah atau juga beludru merah.
Kain ini menarik karenadihiasi dengan manik - manik warna emas pada bagian kain tersebut, dan pada kaki dari kain tersebut diberi renda warna emas.
4. Tali kaeng
Tali kaeng diikat pada kain pengantin agar tidak terlepas. Pada kali kaeng ini juga diberi renda.
5. Mistiza
Mistiza ini berbentuk huruf U panjang ± 60 cm mistiza ini dipakai dari depan ke belakang, berwarna merah diberi manik - manik dan diberi renda emasMemakai kalung motif mutiara besarAnting – anting / giwang
6. Cenela
Cenela adalah sejenis slop yang dibuat dari kulit. Ujung slop atau bagian atas cenela dilapisi dengan kain beludru yang dihiasi oleh hiasan bunga-bunga kecil yang dinamakan Laborcis yang berwarna keemasan, dipakai dengan kaos kaki warna putih.
7. Sanggul
Sanggul dihiasi dengan sosoboko yaitu kembang lingkar konde yang disebut bunga ron yang dibuat dari papecede dengan 9 buah kembang goyang atau 7 buah sebagai lambing Patasiwa dan terbuat dari emas dan tusuk konde yang disebut nano-nano dan juga sisir konde / sanggul, berwarna keemasan.Kalau pengantin yang masih gadis diberi renda hitam disebit pokis dibuat dari kain saten / renda gigi anjing.
PAKAIN PENGANTIN LAKI – LAKI
Pakaian lelaki terdiri dari :
1. Kebaya dansa
Kebaya dansa dipakai pada bagian luar berwarna merah, tanpa kancing berlengan panjang, dipakai hiasan renda, warna keemasan pada pinggiran kebaya dansa. Pada bagian kebaya dansa kain untuk kebaya dansa yaitu saten atau beludru merah.
2. Baniang Putih
Baniang putih dipakai pada bagian dalam dari kebaya dansa pakai kancing warna emas, dengan baniang leher bundar, kain yang dipakai adalah jenis kain saten.Baniang juga berlengan panjang.
3. Band Pinggang
Band pinggang berwarna merah diikat pada bagian dalam dari kebaya dansa, pada pinggiran band pinggang dipakai renda keemasan dan variasi manik-manik emas.Dipakai celana panjang hitam dan sepatu hitam
Marga Ambon

Marga Ambon merujuk kepada nama keluarga atau marga yang dipakai di belakang nama depan masyarakat Ambon/Maluku. Nama-nama marga di sini belum mencakup seluruh nama-nama marga Maluku Utara maupun Maluku Tenggara.
Di Indonesia Timur nama marga biasa juga disebut fam, yang menunjukkan pengaruh dari bahasa Belanda. Kata fam berasal dari kata familienaam yang berarti "nama keluarga".
Marga Ambon diambil dari nama keluarga yang digunakan oleh ayah. Nama anak dari sebuah keluarga akan ditambahkan nama keluarga sang ayah di belakangnya. Dari nama-nama marga Ambon ini, dapat dilihat pengaruh Portugis ,Belanda, Jazirah Arab , Spanyol dan Bahasa-bahasa asli Maluku khususnya, yang menunjukkan besarnya pengaruh bangsa-bangsa itu di wilayah ini.
Kota Ambon
Kota Ambon
Kepulauan Maluku Maluku

Motto: Bersatu Manggurebe Maju
Walikota
Markus Jacob Papilaja
Wilayah
377 km²
Kecamatan
5
Penduduk -Kepadatan
428.585 (sensus 2007)546,98 jiwa/km²
Bahasa
Indonesia
Agama
Kristen, Islam
Zona waktu
WIT
Kode telepon
0911
Situs web resmi: http://www.ambon.go.id/
Kota Ambon adalah ibu kota provinsi Maluku, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 377 km² dan berpenduduk sebanyak 206.210 jiwa (2000).
Dahulu kala Ambon dikenal sebagai kota yang indah, tenang dan aman tetapi sejak tahun 1999, kota ini merupakan ajang pertikaian antara beberapa pihak yang mengatas-namakan agama Kristen dan Muslim. Keadaan menjadi lebih parah dengan adanya pihak Laskar Jihad yang masuk dengan alasan perang agama dan pemberontak RMS yang memakai kesempatan untuk kembali mencoba membentuk negara baru. Banyak penduduknya yang mengungsi ke tempat lain akibat kejadian ini, namun belakangan ini ada upaya rekonsiliasi antara kedua kelompok.
Walikotanya untuk periode 2006 hingga 2011 adalah Markus Jacob Papilaja

Kamis, 10 September 2009

Asal mula bahasa dan beberapa contoh daerah ambon

Bahasa Melayu Ambon berbeda dari bahasa Melayu Ternate karena pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeda dari suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak pengaruh dari bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad ke-16, Portugis menjajah Maluku sehingga cukup banyak kosa-kata bahasa Portugis masuk ke dalam bahasa Melayu Ambon. Terakhir bangsa Belanda masuk ke Maluku, sehingga ada cukup banyak, kata serapan dari bahasa Belanda yang diterima menjadi kosakata dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, di gereja-gereja, dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari AlkitabBahasa Melayu Ambon berbeda dari bahasa Melayu Ternate karena pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeda dari suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak pengaruh dari bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad ke-16, Portugis menjajah Maluku sehingga cukup banyak kosa-kata bahasa Portugis masuk ke dalam bahasa Melayu Ambon. Terakhir bangsa Belanda masuk ke Maluku, sehingga ada cukup banyak, kata serapan dari bahasa Belanda yang diterima menjadi kosakata dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, di gereja-gereja, dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari Alkitab.
Struktur Bahasa Melayu Ambon ini juga agak berbeda dengan Melayu pada umumnya, namun lazim di Indonesia Timur. Struktur bahasanya sangat mirip dengan bahasa-bahasa di Eropa.. Seperti ini (kepemilikan):
Beta pung buku = Buku saya = My book
Susi pung kaka = Kakak susi = Susi's brother/sister
Ahmad ada pi ka Tulehu = Ahmad sedang pergi ke Tulehu
Ada orang dapa bunuh di kusu-kusu = ada orang dibunuh di Alang-alang
Katong jaga tinggal disini sa = kami tetap tinggal disini saja
Kemudian lafal juga mengalami nasalisasi terutama pada akhiran 'n'. Seperti berikut : makang (makan), badiang (diam), jang (jangan), ikang (ikan), lawang (lawan) dst
Untuk kata ganti orang adalah sebagai berikut : Beta (saya), ose (kamu) (dibeberapa daerah dikatakan 'os', atau 'se') - asal dari kata 'voce' Portugis, dia, katong (kependekan dari kita orang/ kita), dorang (kependekan dari dia orang / mereka), kamong atau kamorang (kamu orang/ kalian).
Ungkapan khas lainnya adalah: Ao e!, Mamae!, Sio Mama!, Tuang Ala!, Tuang Ana!, Ai!, Gaga Batul!, Maniso! dsb
Panggilan sosial :Struktur Bahasa Melayu Ambon ini juga agak berbeda dengan Melayu pada umumnya, namun lazim di Indonesia Timur. Struktur bahasanya sangat mirip dengan bahasa-bahasa di Eropa.. Seperti ini (kepemilikan):
Beta pung buku = Buku saya = My book
Susi pung kaka = Kakak susi = Susi's brother/sister
Ahmad ada pi ka Tulehu = Ahmad sedang pergi ke Tulehu
Ada orang dapa bunuh di kusu-kusu = ada orang dibunuh di Alang-alang
Katong jaga tinggal disini sa = kami tetap tinggal disini saja
Kemudian lafal juga mengalami nasalisasi terutama pada akhiran 'n'. Seperti berikut : makang (makan), badiang (diam), jang (jangan), ikang (ikan), lawang (lawan) dst
Untuk kata ganti orang adalah sebagai berikut : Beta (saya), ose (kamu) (dibeberapa daerah dikatakan 'os', atau 'se') - asal dari kata 'voce' Portugis, dia, katong (kependekan dari kita orang/ kita), dorang (kependekan dari dia orang / mereka), kamong atau kamorang (kamu orang/ kalian).
Ungkapan khas lainnya adalah: Ao e!, Mamae!, Sio Mama!, Tuang Ala!, Tuang Ana!, Ai!, Gaga Batul!, Maniso! dsb
Panggilan sosial : Usy (kakak perempuan Kristen)
Broer/ bung/ bu (kakak laki-laki dipakai kalangan Kristen)
Nyong (netral)
Bapa Raja (kepala desa) Usy (kakak perempuan)
Broer/ bung/ bu (kakak laki-laki)
Nyong (netral)
Bapa Raja (kepala desa)